Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Permen Jelly yang Berkhasiat

18 Comments

Ekstrak Kulit Buah Cempedak Untuk Produk Kesehatan Berupa Permen Jelly yang Berkhasiat.



I. PENDAHULUAN
            Kulit buah cempedak selama ini jarang dimanfaatkan dan lebih sering dimanfaatkan sebagai lauk yang kebanyakan masyarakat dewasa yang mengonsumsi ketimbang anak muda. Padahal kulit buah cempedak mampu mencegah penyakit berbahaya seperti mencegah tumor pada tubuh, terbebas dari kolestrol, dan obat alami penyakit malaria.
            Kulit buah cempedak tidak bisa langsung dikonsumsi secara langsung, sehingga harus dipisahkan terlebih dahulu dengan kulit terluar dari buah cempedak agar bisa diolah obat. Pada penelitian ini peneliti ingin membuat produk yang bermanfaat yang bisa dikonsumsi dari semua kalangan masyarakat yaitu produk permen jelly.
            Permen jelly menurut SNI 3547-2-2008 ialah permen yang bertekstur lunak dengan bahan tambahan hidrokoloid seperti agar, gumpektin, pati, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk menghasilkan produk dengan tektur kenyal. Permen jelly tergolong pangan semi basah, oleh karena itu produk ini cepat rusak. Menurut SNI standar mutu permen jelly yang menjadikan patokan adalah memiliki kadar air maksimal 20%.
            Penambahan bahan pengawet diperlukan untuk memperpanjang waktu simpannya (Malik,2010). Pada makanan terdapat pengawet zat yang memiliki efek negative bagi konsumen. Oleh karena itu pada pengolahan produk ini digunakan pengawet alami. Pada produk permen jelly ini nilai yang dapat ditonjolkan adalah tanpa menggunakan bahan pewarna dan pengawet buatan sehingga aman dan dapat memberikan nilai jual yang lebih tinggi ketimbang yang mengandung bahan pewarna dan pengawet buatan.

II. PEMBAHASAN
             Permen jelly adalah permen bertekstur lunak yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karaginan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk memodifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk dengan tekstur kenyal dan tidak lengket di mulut sewaktu digigit. Permen jelly yang ideal mempunyai sifat transparan, tekstur yang empuk dan mudah dipotong, tetapi cukup kaku untuk mempertahankan bentuknya, tidak lengket dan tidak berlendir, mempunyai permukaan yang lembut dan halus serta tidak pecah. Bahan pembentuk gel berfungsi sebagai pembentuk tekstur dan kekenyalan pada permen jelly, diantaranya adalah gelatin, karagenan dan agar (Charley dan Weaver, 1998).
            Permen atau kembang gula lunak adalah jenis makanan selingan yang berbentuk padat, dibuat dari gula atau campuran gula dengan pemanis, diberi atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diijinkan. Permen lunak memiliki tekstur yang relatif lunak jika dikunyah. Permen lunak dikategorikan menjadi permen lunak bukan jelly dan permen lunak jelly.
            Konsentrasi gula adonan permen merupakan faktor yang menentukan konsistensi produk permen (Charley, 1982). Karakteristik campuran/adonan permen jelly tergantung darirasio padatan/cairan, semakin besar fase padatan, semakin kering adonan serta keras dan kaku, ukuran dari mikrokristal, ukuran menentukan kelembutan atau kekerasan tekstur mulut dan kandungan air pada fase cair (Marie dan Piggot, 1991).
            Badan Standarasisai Nasional (2008) mengemukakan bahwa permen jelly adalah kembang gula bertekstur lunak, yang diproses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, gelatin dan lain-lain yang digunakan untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal.
            Menurut Malik (2010), bahwah permen jelly dengan mutu yang baik memiliki ciri-ciri yaitu berpenampilan jernih dan transparan, bertekstur kenyal dan elastis, manis dan sedikit asam, serta beraroma buah segar. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu permen jelly adalah adanya bahan pembentuk gel. Gel yang kuat dan tekstur yang kenyal pada permen jelly dapat dihasilkan dengan adanya penambahan bahan yang mengandung pembentuk gel salah satu contohnya yaitu karagenan yang banyak terkandung dalam rumput laut. Winarno (1996), menyatakan bahwa rumput laut merupakan salah satu tanaman yang mengandung iodium dan serat pangan (dietary fiber) yang tinggi  selain karagenan.
            Cempedak membantu menyehatkan mata, mengingat kandungan vitamin A yang cukup tinggi yaitu sekitar 200 mg per 100 gr. Vitamin A berperan dalam menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mengandung vitamin C yang lebih tinggi daripada nangka dan mengandung serat pangan yang cukup tinggi untuk membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan menekan angka kolesterol dalam darah. Kulit batang cempedak mengandung senyawa kimia artoindonesianidin yang dapat membantu mencegah tumor. Selain itu, terdapat senyawa utama heteriflavon C yang dapat menghilangkan parasit penyebab malaria hingga 100 %.


III. PENUTUP
a. Kesimpulan
            Beragam buah yang dapat diolah menjadi bahan baku produk jelly ini memiliki potensi untuk diproduksi. Manfaat sasarannya untuk masyarakat ,terutama anak-anak karena permen jelly ini sangat pas untuk anak-anak yang suka jajan permen, coklat, dan ciki-ciki selain itu permen jelly ini juga memiliki khasiat buat kesehatan.
b. Saran
             Untuk kelompok profesi yang relevan dibidang ilmu yang dibahas khususnya bidang farmasi kulit buah cempedak ini dapat dijadikan suatu produk bermanfaat yang berbahan dasar alami seperti dapat dikembangkan menjadi produk permen jelly, produk ini jika dikembangkan bisa menjadi alternative lain untuk mengurangi efek negative yang dapat disebabkan oleh bahan pengawet,perasa, dan pewarna alami pada permen lain. Sehingga dari produk permen jelly ini menciptakan inovasi dari bahan alam.


DAFTAR PUSTAKA

 [BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2008. SNI 3547.2.2008. Kembang Gula-Bagian 2:             Lunak. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Charley, H. dan C. Weaver. 1998. Foods. A Scientific Approach. Prentice Hall Inc, New Jersey.
Charley, Helen, 1982. Food Science. 2nd ed.John Willey and Sons, New York.
Malik, Iwan. 2010. Permen Jelly. http://www. malik. wordpress. com. Diakses pada tanggal 8       April 2017.
Marie, S and Piggott, J.R.1991. Handbook of Sweeteners. New York: Blackie and Son Ltd.          Page :77
SNI. 2008. Syarat Mutu Permen Jelly. SNI. Jakarta.
Winarno FG. 1996. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Pustaka Sinar Harapan. hal 58-71.          Jakarta.

18 komentar:

  1. Terimakasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. terimakasih infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat infonya, terima kasih

    BalasHapus
  4. informasinya sangat bermanfaat, terima kasih banyak!

    BalasHapus